..
|
Mengorganisir
untuk Kekuatan
|
|
Meningkatkan
Kapasitas melalui Pengorganisasian
|
.
.Materi
Pelatihan.
.
|
Faktor-faktor
lain memiliki pengaruh yang sama pentingnya, namun tingkat pengorganisasian
masyarakat menentukan kekuatan
|
..
| Terdapat
banyak faktor yang memberikan kontribusi terhadap kekuatan,
kapasitas,
atu pemberdayaan, dan hal yang paling
diperhatikan oleh seorang mobilisator adalah "organisasi." |
. |
Faktor-faktor
lain memiliki pengaruh yang seimbang, namun tingkat dan efektifitas dari
sebuah organisasi menentukan kekuatan dari sebuah kelompok, perwakilan
atau masyarakat. |
..
| Mari
kita gunakan tim sepakbola sebagai sebuah contoh. Kalau Anda memiliki dua
tim sepakbola, dengan jumlah pemain yang sama, kemampuan teknis yang merata,
kondisi fisik dan teknologi yang setara (misalnya kualitas sepatu yang
digunakan), kedua tim tersebut kemungkinan besar akan sama kuat. Lalu bayangkan
salah satu team tidak terorganisir; tidak ada pembagian tugas, tidak ada
koordinasi, dan tidak ada struktur sosial yang jelas. Sedangkan tim yang
lainnya terorganisir dengan baik, memiliki pelatih yang berwibawa, dan
memiliki pembagian tugas antar pemain (penjaga gawang, penyerang, pemain
bertahan dan sebagainya). |
. |
Masing-masin
anggota tim memiliki peran yang berbeda-beda dan berlatih dengan sungguh-sungguh
sebagai sebuah tim (misalnya dalam mengoper bola). Dalam hal ini,
sangat mudah ditebak bahwa tim yang kedua lebih unggul dan memiliki kekuatan
dan kapasitas di atas tim yang pertama, meskipun karakteristik kedua tim
setara. Pengorganisasian yang lebik baik menghasilkan kapasitas yang lebih
baik pula. |
..
| Demikianlah
pula dengan masyarakat. Mari kita ambil kisah ini sebagai sebuah contoh
(bukan dari sejarah yang terkandung di dalamnya, tetapi dari sisi prinsip
sosiologinya)Masyarakat Akan di Afrika Barat berkembang sangat cepat selama
abad ke-enam belas dan tujuh belas. Mereka juga secara cepat mengungguli
komunitas Guan yang sebelumnya berada di depan mereka. |
. |
Level
teknologi yang dimiliki kedua kelompok tersebut (termasuk persenjataan)
berada pada tingkat yang sama, begitu pula dengan karakteristik-karakteristik
lainnya. Namun masyarakat Guan bersifat patrilineall dan hidup terpencar-pencar,
sedangkan masyarakat Akan bersifat matrilineal dengan struktur yang terorganisir
dalam kelompok-kelompok klan yang beraliansi secara fungsional. Mereka
juga hidup berkelompok, dimana setiap klan memiliki peran yang berbeda
dalam peperangan (peran di bagian depan, kiri, kanan, belakang, domestik,
dan peran utama) dan dalam organisasi pemerintahan. Seperti dalam mengorganisir
sebuah tim sepakbola, faktor-faktor lainnya bersifat setara (teknologi,
ketrampilan), namun kelompok dengan sistem yang lebih terorganisir (Akan,
yang cikal bakalnya berasal dari Ashanti) menaklukkan kelompok yang lebih
tidak terorganisir. |
..
| Intinya,
bagi seorang mobilisator seperti Anda, tujuan utama dalam penguatan masyarakat
berpenghasilan rendah adalah untuk membantu masyarakat tersebut memiliki
kesadaran untuk menjadi lebih terorganisir, agar dapat melakukan berbagai
hal secara lebih efektif. Bentuk badan
eksekutif bagi kepentingan mereka, atau bantu mereka untuk memilih pemimpin,
wakil, sekretaris, dan bendahara. |
. |
Bantulah
masyarakat untuk menjadi lebih terorganisir, atau rombak organisasi yang
sudah ada agar menjadi lebih efektif untuk memberdayakan mereka. Organisasi
yang lebih baik memberikan kapasitas yang lebih baik pula. |
..
|
Modul-modul
lain akan menuntun Anda dalam pengorganisasian masyarakat. Perhatikan betul
masyarakat yang Anda organisir (untuk tujuan apa?) dan libatkan kelompok
target Anda untuk berpartisipasi sebagai mitra dalam kegiatan yang mulia
ini (pemberdayaan masyarakat berpendapatan rendah).
|
..––»«––
|